![]() |
| Foto Ketua Panitia Hidayaturrahman, S. Pd. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Itulah Tema yang
diangkat Sekolah Puncak (SMP Negeri 12 Kota Bima) pada gelar karya dan pelepasan
siswa-siswi Kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar Kamis (25/06/2026),
kegiatan yang perdana di Kelurahan Lelamase Kecamatan Rasanae Timur tersebut,
juga dihadiri Walikota Bima H. A. Rahman, SE. Dalam laporannya, Ketua Panitia
Penyelenggara Hidayaturrahman, S. Pd menyampaikan tema tersebut bukan sekadar
rangkaian kata yang indah, tapi tema ini gambaran nyata tentang kehidupan
sekolah kami.
SMP Negeri 12 Kota Bima menyadari bukanlah
sekolah yang memiliki segala kemudahan. Kami berada di wilayah lereng dengan
berbagai keterbatasan yang masih menjadi tantangan sehari-hari. Ada saat-saat
ketika jaringan internet sulit dijangkau, ada kegiatan yang harus dilakukan
dengan usaha lebih dibandingkan sekolah lain, ada lomba yang harus diikuti
dengan persiapan yang jauh dari sempurna.
Namun justru dari tempat inilah kami belajar
arti perjuangan., kegiatan hari ini bukanlah hasil kerja satu atau dua orang, tapi
hasil dari gotong royong banyak pihak yang memiliki satu tujuan yang sama,
yaitu memberikan penghargaan terbaik kepada anak-anak kita yang hari ini akan
melangkah meninggalkan bangku SMP.
Mungkin jika dilihat dari luar, acara ini
tampak sederhana, namun di balik kesederhanaan ini ada banyak cerita yang tidak
terlihat. Ada guru yang pulang larut karena mempersiapkan kegiatan, ada panitia
yang bekerja hingga malam hari, ada siswa yang berlatih berulang kali agar
dapat menampilkan yang terbaik pada hari ini. Karena itu, sesungguhnya yang
sedang kita rayakan hari ini bukan hanya pelepasan siswa yang sedang kita
rayakan, akan tapi semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan
sekolah ini.
Pada tahun pelajaran ini, sebanyak 26
siswa kelas IX akan dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi. Mereka adalah generasi yang telah menemani perjalanan sekolah ini
selama tiga tahun terakhir, generasi yang tumbuh di tengah berbagai tantangan, enerasi
yang membuktikan bahwa anak-anak dari lereng pegunungan juga mampu berbicara
melalui prestasi. “Prestasi-prestasi tersebut lahir bukan karena fasilitas yang
sempurna. Tapi prestasi-prestasi itu lahir dari kerja keras, lahir dari
ketekunan, lahir dari semangat yang tidak mau kalah oleh keadaan,” kata Yats panggilan
akran Hidayaturrahman ini.
Guru Bahasa Inggiris ini menyampaikan terima
kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh pihak yang telah membantu
terselenggaranya kegiatan ini, hari ini kami tidak hanya melepas kalian untuk
melanjutkan pendidikan, tapi hari ini kami menitipkan harapan, harapan agar
kalian menjadi generasi yang lebih baik dari pada kami, ucap Dayat. (TN – 01/Advetorial)

COMMENTS