![]() |
| Ke-9 siswa-siswi TK Kusuma Bangsa akan lanjut ke jenjang SD. |
KOTA
BIMA, TUPA NEWS.- KB/TK
Kusuma Bangsa Kota Bima Sabtu (20/06/2026) menggelar Pisah Sambut PGTK Kusuma
Bangsa Tahun Ajaran 2025/2026 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah
(DPAD) Kota Bima jalan Seokarno-Hatta dengan Tema : Pelangi Nusantara.
Dalam lamporan singkatnya, Ketua Panitia yang tidak lain merupakan perwakilan
wali murid, mengatakan bahwa Tahun ini Lembaga Kusuma Bangsa melepasa 30 peserta
didik, dengan rincian 9 orang yang akan melanjutkan ke Tingkat SD, sedangkan peserta
didik lainnya dari Kelompok Bermain (KB) lanjut ke jenjang TK. Sementara untuk,
biaya kegiatan pelepasan ini merupakan sumbangan wali murid dan Pendidikan Guru
Taman Kanak-Kanak (PGTK) Kusuma Bangsa masing-masing 50 porsen, singkatnya.
Sementara, dalam sambutan Kepala KB/TK Kusuma
Bangsa Retno Utami. SE, S. Pd, M. Pd. Kons siswa-siswi usia dini yang dilepas
hari ini punya mimpi yang tinggi sehingga berguna untuk masa depannya kelak.
Mereka dipenuhi tawa dan senyumannya dan penuh bermain sambil belajar tentang
warna-warna pelangi. “Terima kasih atas kepercayaan Kampus Universitas
Nggusuwaru yang menempatkan mahasiswinya untuk magang disekolahnya, selian itu
juga para mahasiswi ini juga belajar dan praktik cara mendampingi Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK),” singkat sambil memberikan penghargaan bagi kedua
mahasiswi yang magang dimaksud.
![]() |
| Penandatanganan MoU antara Kusuma Bangsa dengan Universitas Nggusuwaru. |
Sambutan dari perwakilan wali murid yang disampaikan H. Juanda mengatakan, Retno (Kepala sekolah ini) sebelumnya adalah sarjana ekonomi dan lanjut di STKIP Bima dan S-2 di Makassar, walaupun di keadaannya sakit dan tergolong berat, akan tetapi semangatnya tinggi sehingga mampu mendirikan sekolah lembaga Kusuma Bangsa ini. “Cucu saya sekolah disini, dimana sebelumnya susah diajak komunikasi dan itu hanya dengan orang tertuntu saja. Namun kini cucu saya ini selama dititip di Lembaga Kusuma Bangsa cukup pesat berkembangnya dan kini sudah mulai bias berkomunikasi dengan orang banyak,” ujarnya.
Sehingga
kami atas orang tua siswa menyampaikan terimakasih kepada Kepala TK Kusuma
Bangsa berserta seluruh gurunya, karena sudah mendidik putra-putri kami dengan
baik dan benar serta memiliki perubahan sikap dan tingkah lakunya. “Yakin saya
lebih banyak sengsaranya, ketimbang enaknya menjadi guru PAUD/KB dan TK.
Pasalnya, nilai gajinya dibawah rata-rata, dan insyaallah dalam waktu ini dewan
pendidikan bersama PGRI dan Himpaudi akan duduk bersama, untuk membahas kesejahteraan
bagi guru PAUD dan hasilnya untuk disampaikan pada Pemerintah dan Dinas
terkait,” ungkap Ketua Dewan Pendidikan ini.
Juanda
juga menyampaikan pesan bagi orang tua yang hadir, untuk memperhatikan usia dan
perkembangan anak-anaknya. Seperti pada usia 0-3 tahun (cetak biru manusia),
maksud diusia ini diajarkan tentang Toilet Training (latihan buang air kecil
dan besar di toilet). Usia 3-6 Tahun masuk kategori Libeno seksual, nah disini
orang tua (ibu) tidak memakai rok pendek (mini) didepan anak laki-lakinya, karena anak laki-kaki lebih dekat dengan ibunya, begitupun
bagi seorang ayah jangan memakai color (pakaian dalam) dihadapan anak
perempuannya, karena anak perempuan lebih dekat ke ayahnya. Sedangkan usia 6-12 tahun masuk ketahap Inteltual dan sosial, artinya
ingin mengetahui dan empati pada segala hal. Masuk usia (SMP), maka akan masuk lagi
terkait libano seksual, nah pada usia ini lebih sangat tinggi dan mereka ingin
praktek tentang hal-hal tidak baik dimaksud. Jadi inilah sangat pentingnya
penanaman imtaq (Ilmu keagamaan) di tingkat sekolah dasar (SD/MI), jelas Juanda.
Mewakili Dinas Pendidikan, Pemuda dan
Olahraga (Dikpora) Kota Bima, Kabid PNFI Slamet Riyadi ST,. MT dalam sambutan
menyampaikan apresiasinya kepada lembaga Kusuma Bangsa. Katanya, keberhasilan
ini adalah hasil kolaborasi antara wali murid dengan orang tua. “Sekolah ini
punya program yang luar biasa, jadi tidak diragukan lagi Mutu Pendidikan dan sudah
sering kali sukses mencetak anak-anak hebat,” singkat Slamet.
Menutup kegiatan pelepasan siswa-siswi usia
dini itu, Retno Utami selaku Kepala Sekolah memberikan penghargaan bagi anak
didiknya, dimana penilainya adalah berkarakter (perubahan sikap dan tingkah
laku) bukan atas dasar prestasi. Diantaranya kategori tepat waktu, kategori
empati, kategori pantang menyerah (tidak bisa jauh dari ibunya), kategori mandiri,
dan kategori paling aktif.
Pada
pelepasan siswa-siswi Lembaga Kusuma Bangsa tersebut, selain dihadiri oleh Kabid
PNFI Dikpora, Kaprodi PAUD Nggusuwaru, Ketua Dewan Pendidikan H. Juanda, Pengawas
Pembina Erna Astuti, M. Pd, Lurah Pauga dan perwakilan HIMPAUDI. (TN – 01/Advetorial)


COMMENTS