![]() |
| Siswa SMPN 13 Kota Bima masuk 10 besar perekingan tertinggi Kelas IX Tahun 2026. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Secara resmi SMP Negeri 13 Kota Bima melepas 92 siswa Kelas IX Tahun Pelajaran (Tapel) 2025/2026 Senin (15/06/2026), pada momentum pelepasan dan gelar seni siswa Kelas IX tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Drs. H. Mahfud, M. Pd, Ketua Dewan Pendidikan Drs. H. Juanda, M. Pd, Pengawas Pendidikan Irfan, M. Pd, Vivi Sumanti, M. Pd, Zainul Arifin, SH dan Erna Astuti, M. Pd, Kepala SMP se Kota Bima, Kepala SD wilayah zona, Ketua Komite Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos., S.H., M.Ec., Dev.
Pelepasan siswa Kelas IX kali ini mengangkat Tema : bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, berkarakter, berprestasi dan unggul dalam persaingan global serta peduli terhadap lingkungan.
Dalam sambutannya Kepala SMPN 13 Kota Bima H. Yusuf, S. P,. M. Si menyampaikan secara garis besar tema ini, adalah menggambarkan tetang profil ideal individu yang memiliki fondasi spiritual yang kuat, integritas moral, dan kemampuan kompetitif.
Makna dari Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yakni memiliki keyakinan, moral yang kuat, dan menjalankan ajaran agama serta nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, yang menjadi landasan utama dalam berpikir dan bertindak.Berkarakter: Memiliki kepribadian yang luhur, jujur, bertanggung jawab, disiplin, tangguh, dan menghargai orang lain sesuai dengan nilai-nilai moral yang berlaku.Berprestasi dan Unggul dalam Persaingan Global: Memiliki kompetensi, keterampilan, dan ilmu pengetahuan yang tinggi sehingga tidak hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga diakui dan mampu berkontribusi di kancah internasional.Peduli terhadap Lingkungan: Memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial untuk menjaga, melestarikan, dan mencegah kerusakan alam di sekitarnya demi keberlanjutan hidup di masa depan.
"Visi ini sangat sejalan dengan arah Pendidikan Nasional yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab," ujar Aji Yusuf.
Dari liputan langsung media ini, pihak sekolah juga menyerahkan paket sembako bagi siswa-siswi yang tergolong tidak mampu (miskin). Sekolah tersebut juga memiliki keanekaragaman tentang Agama. Pasalnya, disekolah setempat ada siswa Non-muslim dan mereka merupakan warga pendatang dari Sumba Nusa Tenggara Timur yang banting tulang sebagai buruh pasar Amahami maupun pasar tradisional Bima serta buruh pelabuhan Bima. (TN - 01/Advetorial)

COMMENTS