![]() |
| Foto Ilustrasi (sumber geogle). |
Oleh : Suhardin, S. Pd., M.M.
Aturan utama yang dirujuk EYD V (Ejaan yang Disempurnakan) untuk gelar dalam negeri, serta standar transliterasi singkatan internasional untuk gelar luar negeri.
Aturan Penulisan Gelar
1. Pemisah Nama dan Gelar: Gunakan tanda koma (,) setelah nama lengkap sebelum menuliskan gelar di belakang nama.
2. Pemisah Antargelar: Gunakan tanda koma (,) untuk memisahkan satu gelar dengan gelar berikutnya jika seseorang memiliki lebih dari satu gelar di belakang nama.
3. Penggunaan Titik: Setiap huruf atau kelompok huruf yang membentuk singkatan gelar wajib diakhiri dengan tanda titik (.).
A. Koreksi Gelar Strata Satu (S1) dan Gelar Lama
1. Drs. (Doktorandus — Gelar S1 lama untuk pria)
Salah: DRS / Drs / Dr.s
Benar: Drs. (Ditulis di depan nama, contoh: Drs. Ahmad)
2. Dra. (Doktoranda — Gelar S1 lama untuk wanita)
Salah: DRA / Dra / Dr.a
Benar: Dra. (Ditulis di depan nama, contoh: Dra. Fatimah)
3. S.Pd. (Sarjana Pendidikan)
Salah: S.Pd / SPd / S.PD.
Benar: S.Pd.
4. S.Pd.I. (Sarjana Pendidikan)
Salah: S.PdI / SPd.I / S.PDi.
Benar: S.Pd.I.
5. S.E. (Sarjana Ekonomi)
Salah: SE / S.E / SE.
Benar: S.E.
6. S.H. (Sarjana Hukum)
Salah: SH / S.H / SH.
Benar: S.H.
7. S.Ag.* (Sarjana Agama)
Salah: S.Ag / S.AG / S.A.g.
Benar: S.Ag.
8. B.A. (Bachelor of Arts — S1 Luar Negeri)
Salah: BA / B.A / BA.
Benar: B.A.
9. B.Sc. (Bachelor of Science — S1 Luar Negeri)
Salah: BSc / B.Sc / BSC.
Benar: B.Sc.
B. Koreksi Gelar Strata Dua (S2)
1. M.M. (Magister Manajemen)
Salah: MM / M.M / M.m.
Benar: *M.M.
2. M.Pd. (Magister Pendidikan)
Salah: MPd / M.Pd / M.PD.
Benar: M.Pd.
3. M.H. (Magister Hukum)
Salah: MH / M.H / MH.
Benar: M.H.
4. M.Hum. (Magister Humaniora)
Salah: M.Hum / MHum / M.HUM.
Benar: M.Hum.
5. M.Kes. (Magister Kesehatan)
Salah: M.Kes / MKes / M.KES.
Benar: M.Kes.
6. M.A.P.(Magister Administrasi Publik)
Salah: MAP / M.A.P / M.Ap.
Benar: M.A.P.
7. M.Si.(Magister Sains)
Salah: MSI / M.S.I / M.Si
Benar: M.Si.
8. M.A. (Master of Arts — S2 Luar Negeri)
Salah: MA / M.A / MA.
Benar: M.A.
9. M.Sc. (Master of Science — S2 Luar Negeri)
Salah: MSc / M.Sc / MSC.
Benar: M.Sc.
10. M.B.A. (Master of Business Administration — S2 Luar Negeri)
Salah: MBA / M.B.A / MBA.
Benar: M.B.A.
C. Koreksi Gelar Strata Tiga (S3)
1. Dr.* (Doktor — S3 Dalam Negeri)
Salah: DR. / dr. / DR / Dr
Benar: Dr. (Ditulis di depan nama dengan huruf D kapital dan r kecil, diikuti titik. Jangan tertukar dengan dr. untuk dokter medis).
2. Ph.D. (Doctor of Philosophy — S3 Luar Negeri)
Salah: PHD / Phd / Ph.D / PH.D.
Benar: Ph.D. (Ditulis di belakang nama).
3. Ed.D. (Doctor of Education — S3 Luar Negeri bidang Pendidikan)
Salah: EdD / ED.D / Ed.D
Benar: Ed.D. (Ditulis di belakang nama).
4. D.B.A. (Doctor of Business Administration — S3 Luar Negeri bidang Bisnis)
Salah: DBA / D.B.A / DBA.
Benar: D.B.A. (Ditulis di belakang nama).
Contoh Penerapan Kasus Nyata
Berikut adalah contoh penggabungan nama dengan beberapa gelar yang ditulis secara berurutan dari depan ke belakang, memisahkan gelar lama, gelar dalam negeri, dan gelar luar negeri dengan tanda baca yang presisi:
Contoh Salah ❌:
Dr Drs Suhardin M.M M.Pd Ph.D (Sangat rancu, tanpa koma, dan beberapa singkatan kehilangan titik di akhir).
Contoh Benar :
Dr. Drs. Suhardin, M.M., M.Pd., Ph.D.
Penjelasan detail contoh di atas:
1. Dr. Drs. diletakkan di depan nama karena merupakan gelar Doktor (S3) dan Doktorandus (S1 lama). Masing-masing diakhiri tanda titik.
2. Setelah nama Suhardin, wajib diberikan tanda koma (,) sebelum masuk ke deretan gelar belakang.
3. Antara M.M., M.Pd., dan Ph.D. masing-masing dipisahkan dengan tanda koma (,).
4. Setiap singkatan gelar diakhiri dengan tanda titik (seperti M.M., bukan M.M saja).
CATATAN PENTING
Dalam penulisan gelar akademik di Indonesia—baik untuk keperluan formal kepegawaian (ASN/BKN), akademis, maupun sosial—aturan pencantuman gelar yang linear versus non-linear memiliki pendekatan yang berbeda.
Berikut adalah aturan dan kelaziman penerapannya:
1. Jika Gelar Akademik Saling Linear (Sebidang)
Linear artinya jenjang S1, S2, dan S3 berada dalam rumpun ilmu yang sama (contoh: S.Pd. lalu M.Pd., atau S.E. lalu M.M.).
a. Untuk Keperluan Sosial/Publik (Buku, Banner, Undangan, Papan Nama):
Disarankan hanya mencantumkan gelar yang paling tinggi saja.
Alasan: Gelar magister (S2) atau doktor (S3) secara otomatis menunjukkan bahwa penyandangnya telah menyelesaikan jenjang sarjana (S1) di bidang yang sama. Menuliskan keduanya sering kali dianggap redundan (mubazir).
Contoh: Cukup ditulis Rian Wijaya, M.Pd. (tidak perlu Rian Wijaya, S.Pd., M.Pd.).
b. Untuk Keperluan Administrasi Resmi (Portofolio, CV Lengkap, Dokumen Negara/Kepegawaian):
Semua gelar tetap dicantumkan secara runtut dari yang terendah hingga tertinggi. Hal ini penting untuk verifikasi riwayat pendidikan, kepangkatan, dan validasi data administrasi kepegawaian.
Contoh: Rian Wijaya, S.Pd., M.Pd.
2. Jika Gelar Akademik Non-Linear (Lintas Disiplin Ilmu)
Non-linear artinya jenjang S1 dan S2/S3 berada di rumpun ilmu yang berbeda (contoh: S1 Pendidikan [S.Pd.] lalu S2 Manajemen [M.M.]).
Aturan Penulisan:
Wajib mencantumkan semua gelar tersebut, baik untuk keperluan formal maupun publik.
Alasan: Masing-masing gelar menunjukkan kompetensi dan keahlian di bidang yang berbeda yang saling melengkapi. Gelar magister yang berbeda tidak bisa mewakili atau mengasumsikan gelar sarjananya.
Contoh: Suhardin, S.Pd., M.M.
(Penulisan ini penting karena menunjukkan ia memiliki dasar kompetensi di bidang Pendidikan sekaligus keahlian manajerial di bidang Manajemen).
Ringkasan Panduan Praktis
1. Gelar Sebidang (Linear):
a. Acara santai/papan nama/cover buku \rightarrow Cukup gelar tertinggi (Nama, M.Pd.)
b. Berkas ASN/BKN/Ijazah/CV \rightarrow Tulis semua (Nama, S.Pd., M.Pd.)
2. Gelar Beda Bidang (Non-Linear): Semua kondisi \rightarrow Wajib tulis semua (Nama, S.Pd., M.M.)
#Penulis
#DeoLariti
#Guru SMP Negeri 2 Kota Bima

COMMENTS