$type=grid$count=5$meta=0$snip=0$rm=0$show=home

$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0

GEBRAK BISA 28 (Gerakan Bersama BeRantas Buta Aksara Siswa 28)

 Artikel : Inovasi Sekolah


Seorang tenaga Tendik (ibu guru Ira) sedang mendampingi siswanya untuk belajar membaca dengan baik dan benar dalam rangka berantas buta aksara di SDN 28 Melayu Kota Bima.


 

Pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan menjadi fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik adalah kemampuan literasi, khususnya membaca dan menulis. Kemampuan tersebut menjadi prasyarat bagi peserta didik untuk memahami berbagai materi pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan literasi menjadi salah satu prioritas dalam penyelenggaraan pendidikan dasar.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat budaya literasi melalui berbagai program peningkatan mutu pendidikan, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang mampu mengembangkan kemampuan membaca dan menulis secara optimal. Namun, pada kenyataannya masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan mengenal huruf, mengeja, membaca kata dan kalimat sederhana, bahkan memahami isi bacaan sesuai dengan tingkat kelasnya. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik mengalami hambatan dalam mengikuti proses pembelajaran pada berbagai mata pelajaran, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar dan kepercayaan diri mereka.

Berdasarkan hasil asesmen diagnostik dan pengamatan guru di SDN 28 Melayu Kota Bima, masih ditemukan peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus dalam kemampuan literasi dasar. Faktor penyebabnya beragam, antara lain perbedaan kemampuan awal peserta didik, kurangnya pembiasaan membaca di rumah, terbatasnya pendampingan belajar dari keluarga, serta belum optimalnya program literasi yang dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi sekolah untuk menghadirkan solusi yang inovatif, sistematis, dan melibatkan seluruh warga sekolah serta orang tua.

Selama ini upaya peningkatan kemampuan membaca telah dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas dan pembiasaan membaca sebelum pelajaran dimulai. Namun, kegiatan tersebut belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan peserta didik yang mengalami kesulitan membaca karena belum didukung oleh pemetaan kemampuan yang akurat, pendampingan yang intensif, serta sistem monitoring perkembangan yang berkesinambungan. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan membaca, tetapi juga mampu membangun kolaborasi antara guru, peserta didik, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem literasi yang kuat.

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, SDN 28 Melayu Kota Bima mengembangkan Program Inovasi Sekolah GEBRAK BISA 28 (Gerakan Bersama BeRantas Buta Aksara Siswa 28). Program ini merupakan gerakan bersama yang dirancang untuk memberantas buta aksara di lingkungan sekolah melalui pendekatan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Inovasi ini diawali dengan asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan literasi peserta didik, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran berdiferensiasi, pendampingan membaca secara individual maupun kelompok kecil, pembiasaan membaca setiap hari, penyediaan pojok baca kelas, pemanfaatan media literasi yang menarik, serta pelibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah.

Keunggulan GEBRAK BISA 28 terletak pada pendekatan kolaboratif dan berbasis data. Setiap peserta didik memperoleh layanan sesuai dengan tingkat kemampuan membaca yang dimilikinya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, program ini juga bertujuan menumbuhkan minat baca, membangun karakter gemar belajar, meningkatkan rasa percaya diri peserta didik, serta menciptakan budaya literasi yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di sekolah.

Melalui implementasi GEBRAK BISA 28, diharapkan tidak ada lagi peserta didik yang tertinggal dalam kemampuan literasi dasar. Program ini diharapkan menjadi inovasi yang berkelanjutan dan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN 28 Melayu Kota Bima. Lebih dari itu, GEBRAK BISA 28 diharapkan dapat menjadi praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah lain dalam upaya memperkuat budaya literasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendukung terwujudnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

A.    TUJUAN PROGRAM

Tujuan dari pelaksanaan program GEBRAK BISA 28 dapat dikategorikan menjadi tujuan jangka pendek dan jangka panjang, yaitu:

a.         Tujuan Jangka Pendek

Ø  Menuntaskan Buta Aksara: Membantu siswa yang belum mengenal huruf dan merangkai suku kata agar dapat membaca kata dan kalimat sederhana dalam kurun waktu tertentu.

Ø  Meningkatkan Kelancaran Membaca: Melatih siswa yang sudah mengenal huruf tetapi belum lancar (terbata-bata) menjadi lebih lancar dan memiliki kecepatan membaca yang sesuai dengan usianya.

Ø  Optimalisasi Sumber Daya Sekolah: Memanfaatkan kompetensi dan jam kerja Guru PPPK Paruh Waktu serta mengoptimalkan waktu luang wali kelas secara efektif dan efisien.

b.        Tujuan Jangka Panjang

Ø  Meningkatkan Motivasi Belajar: Membangun kembali rasa percaya diri siswa yang sebelumnya tertinggal dalam pelajaran akibat kendala membaca.

Ø  Meningkatkan Capaian Literasi Sekolah: Memperbaiki nilai rapor pendidikan sekolah, khususnya pada indikator kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Ø  Mencegah Putus Sekolah: Mengurangi potensi siswa tinggal kelas atau putus sekolah akibat frustrasi tidak dapat mengikuti pembelajaran di kelas yang lebih tinggi.

B.     MANFAAT

Pelaksanaan inovasi GEBRAK BISA 28 (Gerakan Bersama Berantas Buta Aksara Siswa 28) memberikan manfaat yang luas bagi peserta didik, guru, sekolah, orang tua, maupun masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun budaya literasi yang berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan di SDN 28 Melayu Kota Bima.

1)      Manfaat bagi Peserta Didik

·         Meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan memahami bacaan sesuai tingkat perkembangan peserta didik.

·         Mengurangi jumlah peserta didik yang mengalami kesulitan membaca atau buta aksara.

·         Meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dan berkomunikasi di kelas.

·         Menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca sebagai bagian dari budaya belajar sehari-hari.

·         Meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, dan menyelesaikan masalah melalui kegiatan literasi.

·         Mendukung peningkatan hasil belajar pada seluruh mata pelajaran karena peserta didik memiliki kemampuan literasi yang lebih baik.

 

2)      Manfaat bagi Guru

·         Memudahkan guru mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik melalui asesmen diagnostik literasi.

·         Membantu guru menyusun pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik.

·         Meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan pendampingan literasi secara sistematis, terencana, dan berbasis data.

·         Menyediakan data perkembangan kemampuan membaca sebagai dasar penyusunan program tindak lanjut pembelajaran.

·         Mendorong kolaborasi antarguru dalam merancang strategi peningkatan literasi di sekolah.

 

3)      Manfaat bagi Sekolah

·         Menciptakan budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

·         Mendukung pencapaian visi sekolah dalam mewujudkan peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, cerdas literasi dan numerasi, serta memiliki karakter sesuai Profil Lulusan.

·         Menjadi program unggulan sekolah yang dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan.

·         Menyediakan sistem pendampingan literasi yang terstruktur, terdokumentasi, dan mudah dievaluasi.

·         Meningkatkan citra positif sekolah sebagai satuan pendidikan yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas literasi peserta didik.

 

4)      Manfaat bagi Orang Tua

·         Meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendampingi kegiatan membaca dan belajar anak di rumah.

·         Memperkuat komunikasi antara orang tua dan guru melalui pemantauan perkembangan literasi peserta didik.

·         Memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya pembiasaan membaca sejak dini.

·         Menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.

 

5)      Manfaat bagi Masyarakat

·         Mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kemampuan literasi sejak pendidikan dasar.

·         Menumbuhkan budaya membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat.

·         Menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah lain dalam upaya pemberantasan buta aksara.

·         Memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.

 

6)      Manfaat Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, GEBRAK BISA 28 diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan literasi yang baik sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Program ini juga berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan kemampuan membaca antar peserta didik, meningkatkan prestasi akademik, serta membentuk generasi yang gemar belajar, berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, GEBRAK BISA 28 menjadi inovasi yang tidak hanya menyelesaikan permasalahan buta aksara di sekolah, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Kota Bima.

C.    RENCANA PELAKSANAAN PROGRAM

Rencana pelaksanaan dibagi menjadi 3 tahapan utama agar program berjalan terarah:

a.         Tahap Persiapan

Ø  Sosialisasi: Memberikan pemahaman kepada seluruh dewan guru dan orang tua siswa mengenai pentingnya program ini tanpa memberikan stigma negatif pada siswa.

Ø  Asesmen Diagnostik: Melakukan tes membaca cepat dan pemahaman dasar kepada seluruh siswa kelas 3–6 untuk memetakan kategori A dan B.

·    Kategori A (Belum bisa membaca / Buta Aksara): Belum mengenal huruf atau belum bisa merangkai suku kata.

·     Kategori B (Belum lancar membaca): Sudah mengenal huruf namun masih mengeja dan lambat dalam memahami isi bacaan.

Ø  Penyusunan Jadwal: Menyesuaikan jadwal kelas khusus GEBRAK BISA dengan jam efektif sekolah (menggantikan jam pelajaran umum tertentu bagi siswa terkait).

Ø  Menyusun jadwal piket untuk guru pendamping.

 

b.        Tahap Pelaksanaan (Kegiatan Belajar Mengajar)

Ø  Lokasi: Ruang kelas khusus ( Ruang perpustakaan , Musholah dan taman baca ).

Ø  Metode Pembelajaran:

·         Pendekatan Fonik (Phonics); Pengenalan bunyi huruf dan suku kata.

·         Bercerita Interaktif: Menggunakan buku bacaan berjenjang yang menarik.

Ø  Pembagian Peran:

·     Guru Utama (PPPK Paruh Waktu): Bertanggung jawab memberikan materi inti, evaluasi harian, dan pemantauan perkembangan membaca siswa.

·   Guru Pendamping (Wali Kelas): Membantu siswa yang mengalami kesulitan spesifik saat jam kosong, memberikan bimbingan personal, dan berkomunikasi dengan orang tua.

c.         Tahap Pemantauan (Monitoring)

Ø  Jurnal Perkembangan: Setiap siswa memiliki Kartu catatan perkembangan membaca yang diisi oleh guru pembimbing  utama dan pendamping setiap akhir sesi.

Ø  Pertemuan Rutin Guru: Evaluasi mingguan antara guru utama dan wali kelas untuk membahas progres siswa dan penyesuaian strategi.

 

D.    INDIKATOR KEBERHASILAN

 

Untuk mengukur efektivitas program, keberhasilan GEBRAK BISA 28 dinilai melalui indikator-indikator berikut:

a.       Indikator Proses (Pelaksanaan)

Ø  Partisipasi Siswa: 100% siswa kelas 3–6 yang teridentifikasi membutuhkan intervensi mengikuti kelas khusus secara rutin (kehadiran minimal 90%).

Ø  Kolaborasi Guru: Terlaksananya pembagian tugas yang konsisten antara guru utama dan guru pendamping sesuai jadwal yang telah disusun.

Ø  Ketersediaan Materi: Tersedianya modul atau buku bacaan berjenjang yang sesuai dengan tingkat kemampuan (level) membaca siswa di kelas khusus.

 

b.      Indikator Hasil (Output dan Outcome)

Ø  Kategori A (Belum Bisa Membaca): Minimal 75% siswa mampu merangkai suku kata dan membaca kalimat sederhana (berdasarkan asesmen membaca).

Ø  Kategori B (Kurang Lancar Membaca): Minimal 90% siswa mengalami peningkatan kecepatan membaca (jumlah kata per menit meningkat) dan mampu memahami isi bacaan sederhana.

Ø  Integrasi Kembali: Siswa yang telah mencapai indikator kelancaran membaca berhasil kembali mengikuti proses pembelajaran penuh di kelas reguler tanpa kendala berarti.

 


E.     DAFTAR PUSTAKA


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Modul Literasi Baca Tulis di Sekolah Dasar. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Sekolah Dasar.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2015). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Jakarta: Kemendikbud.

Pemerintah Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2023). PISA 2022 Results (Volume I): The State of Learning and Equity in Education. Paris: OECD Publishing.

UNESCO. (2021). Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education. Paris: UNESCO.


(***)

 

 


COMMENTS

HUT RI

HUT RI
Pemkab Bima
Name

Advetorial,1291,Advetorial.,2,Agama,1,Ansuransi Jiwa,1,Artiek,1,Artikel,150,Artiket,7,Artkel,1,asn,46,bahas-percepatan-pembentukan-politeknik-bupati-bima-terima-tim-vokasi-unram,1,Bencana,1,Bima,865,BimaAdvetorial,2,Bina,1,Budaya,12,Budaya Daerah,1,Budaya dan Pariwisata,1,bupati-bima-serahkan-dana-zis,1,Cerita Rakyat,1,Cerita Rakyat Sulawesi,1,Desa,1,Dompu,18,DRPD Kota Bima,2,Ekonomi,31,Ekonomi dan Bisnis,45,Ekonomi dan Bisnis.,1,Ekonomi dan Kemasyarakatan,5,Ekonomi dan Pangan,1,Ekonomi Kemasyarakatan,1,Figur,177,Figure,1,Fogury,1,Gowa,1,Headline,128,hetline,147,HukKrim,18,Hukum,2,Hukum dan Kriminal,138,Ikan,1,Iklan,68,Infrastruktur,1,Inovasi,30,Internasional,1,Islam,8,Jakarta,3,Kabupaten Bima,1,Keagamaan,297,Keagamaan dan Pemerintah,2,Keagamanaan,23,Keagamanaan dan pemerintahan,7,Kebudayaan,40,Kebudayaan dan Kesenian,5,Kebudayaan dan Pariwisata,2,Kehutanan,14,kehutanan dan pertanian,3,Kejadian,1,Kejadian Tragis,1,Kelautan dan Perikanan,1,Kemasyarakatan,111,Kemasyarakatan dan Infrastruktur,1,Kepemudaan,1,Kepolisian,1,Kesehatan,126,Kesehatan dan Kemasyarakatan,1,kesehatan dan pemerintahan,5,Kesenian,23,Kesenian dan Budaya,1,Kesenian dan Keagamaan,2,Kesenian dan Kebudayaan,7,Ketenagakerjaan,2,Keuangan,3,Keuangan dan Ekonomi,1,Kisah Kehidupan,1,Korupsi,1,Kota Bima,1560,Kota Bima,633,Kota Bima.,1,Kota Bma,1,Kota.Bima,1,Legilatif,3,Legislatif,45,Legsilatif,1,Lingkugan,2,Lingkungan,81,Linkungan,1,Lombok Barat,1,Makasar,1,Makassar,3,Masyarakat,1,Masyarakatan,1,Mataram,160,Migas,1,mq1qwqw q .,1,Musik,2,Naisonal,1,Narkotika,2,Nasional,303,Nasional dan Pemerintahan,3,NTB,1,Olahraga,264,Olahraga Tradisional,1,olahray,1,Opini,33,Oranisasi Kemasyarakatan,1,Organisasi Wanita,42,P,1,Pariwasata,2,Pariwisata,44,Peduli,1,Peemrintahan,1,Pelayaran,1,Pembangunan,4,Pemenrintahan,1,Pemeriksaan,1,Pemerinahan,4,Pemeringahan,1,Pemerintah,46,Pemerintaha,3,Pemerintahah,1,Pemerintahan,2331,Pemerintahan dan kesehatan,20,Pemerintahan dan lingkugan,2,Pemerintahan dan Olahraga,6,Pemerintahan dan pendidikan,6,Pemerintahan Ekonomi,1,Pemerintahan Kota Bima,1,Pemerintahn,1,Pemeritahan,1,Pemerntahan,1,Pemrintahan,1,Pemuda dan Olahraga,1,Pendididkan,16,Pendidikan,1809,Pendidikan dan ekonomis,1,Pendidikan dan kesenian,3,Pendidikan dan Olahraga,13,Pendidikan dan Pemerintahan,3,pendidikan Mataram,1,Pendidikan Pemerintah,2,Pendidikant,1,Penididikan,1,Peristiwa,47,Pers,2,Pertanahan,1,Pertanian,24,Peternakan,1,Peternakan dan Pertanian,2,polit,1,Politik,109,Politik dan Kemasyarakatan,10,Politik Kemasyarakatan,1,Polri,27,Pori,1,Potret Dunia Pendidikan Terkini,33,Profil,2,Pusat,1,Pwndidy,1,q.wq .0️⃣🐲🐲🐲🐲 dan Ekonomi,1,raih-wtp-berturut-turut-tujuh-kali-bupati-terima-piagam-menkeu,1,Sejarah,22,Sejarah Bima,2,Serba-Serbi,59,Sobsbud,30,sosial,18,sosial dan lingkungan,2,Sosial Kemasyarakatan,5,Sosial Kemasyarakatan Pemerintahan,1,Sumbawa,2,teknologi dan digital,1,TNI,68,TNI/Polri,14,Tradisi,1,Usaha dan Ekonomi,1,Wanita,1,
ltr
item
REDAKSI TUPANEWS.ID - BERITA NEWS: GEBRAK BISA 28 (Gerakan Bersama BeRantas Buta Aksara Siswa 28)
GEBRAK BISA 28 (Gerakan Bersama BeRantas Buta Aksara Siswa 28)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjluBY7t7-eeltG4p0c4-AOTWiu31h7KnsVosi7H1SaZciB4ihuAn951Bjt619wxtDszD28GAAtYBywbDylPo7L8xIno7p9gPzbOUFUOxq0CUNkT_Rko7CzUNDcsPOK6-LNOgalNRYS235lKvSoETQ-m4GZbby5OEnhAOIqNoco0zlTRheT5_fzhhNgiIuL/s320/3d340801-51d8-4805-9b0d-94e20491ecde.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjluBY7t7-eeltG4p0c4-AOTWiu31h7KnsVosi7H1SaZciB4ihuAn951Bjt619wxtDszD28GAAtYBywbDylPo7L8xIno7p9gPzbOUFUOxq0CUNkT_Rko7CzUNDcsPOK6-LNOgalNRYS235lKvSoETQ-m4GZbby5OEnhAOIqNoco0zlTRheT5_fzhhNgiIuL/s72-c/3d340801-51d8-4805-9b0d-94e20491ecde.jpg
REDAKSI TUPANEWS.ID - BERITA NEWS
https://www.tupanews.id/2026/08/gebrak-bisa-28-gerakan-bersama-berantas.html
https://www.tupanews.id/
https://www.tupanews.id/
https://www.tupanews.id/2026/08/gebrak-bisa-28-gerakan-bersama-berantas.html
true
8772702995069431614
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content