![]() |
| Foto : Kabag Kesra Setda Kabupaten Bima, H. Ahyani. |
BIMA, TUPA NEWS.— Pemerintah Kabupaten Bima melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Bima kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pembinaan bagi kalangan pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) pada Tanggal 19-20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Palibelo dan SMA Swasta KAE Woha, Kabupaten Bima.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bima dalam memberikan edukasi dan penguatan karakter generasi muda melalui penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), edukasi mengenai HIV/AIDS melalui program “Aku Bangga, Aku Tahu”, serta pembinaan iman dan takwa.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bima, H. Ahyani, S. Ag., MM, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai berbagai persoalan yang dapat mengancam masa depan mereka. Menurutnya, kegiatan penyuluhan sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah lingkungan perguruan tinggi. Kali ini, sasaran diperluas dan difokuskan pada pelajar tingkat SMA karena pembentukan karakter, peningkatan pengetahuan, serta pencegahan perilaku berisiko perlu dilakukan sejak usia remaja.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bima di bawah kepemimpinan Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membangun generasi muda yang sehat, berkarakter dan berprestasi.
![]() |
| Kegiatan penyuluhan P4GN di SMAN 1 Palibelo Kabupaten Bima. |
Dalam sesi edukasi kesehatan, pemateri dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, dr. H. Muhammad Akbar, memberikan penjelasan mengenai HIV/AIDS. Para siswa mendapatkan informasi mengenai pengertian HIV dan AIDS, cara penularan, faktor risiko, pencegahan, hingga pentingnya mendapatkan layanan kesehatan dan pengobatan yang tepat. Edukasi tersebut juga menekankan pentingnya menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Pemahaman yang benar di kalangan pelajar diharapkan dapat mendorong perilaku hidup sehat sekaligus menghindarkan mereka dari informasi keliru mengenai HIV/AIDS.
Sementara itu, materi mengenai bahaya narkoba disampaikan oleh Anggraeni, SE, yang mewakili Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima. Anggraeni, menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan serius yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama, terutama dengan meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai risiko penyalahgunaan narkoba.
Ia juga menyampaikan bahwa bagi seseorang yang telah mengalami ketergantungan narkoba, penanganan tidak cukup hanya dengan pendekatan hukum, tetapi juga membutuhkan layanan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
BNNK Bima, kata dia, siap memberikan dukungan dan informasi mengenai layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan. “Pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama semua pihak. Para siswa harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan mengisi masa muda dengan kegiatan positif serta prestasi,” pesannya kepada para pelajar.
Selain materi kesehatan dan pencegahan narkoba, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembinaan keimanan dan ketakwaan yang disampaikan Haryanto, M. Pd., dari Bagian Kesra Setda Kabupaten Bima.
Dalam materinya, Haryanto mengajak para siswa untuk memperkuat iman, menjaga pergaulan dan menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perjudian daring (online gambling) dan pergaulan bebas.
![]() |
| Kegiatan di SMA Kae Kecamatan Woha Kabupaten Bima. |
Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif tujuan syariat (maqashid al-syariah), terdapat lima hal pokok yang harus dijaga dalam kehidupan manusia, yaitu agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-'aql), harta (hifz al-mal), dan keturunan (hifz al-nasl).
Menurutnya, berbagai perilaku negatif tersebut berpotensi merusak aspek-aspek penting dalam kehidupan manusia. Karena itu, generasi muda perlu memiliki ketahanan moral, spiritual dan sosial agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital. "Menjaga diri dari narkoba, minuman keras, judi online dan pergaulan bebas bukan hanya untuk menghindari masalah, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga agama, jiwa, akal, harta dan keturunan,” jelas Haryanto.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan, menjauhi narkotika, membangun pergaulan yang sehat, memperkuat keimanan serta mengembangkan potensi diri melalui pendidikan dan berbagai kegiatan positif.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, BNNK, keluarga dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Dengan edukasi yang berkelanjutan, para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang sehat, berkarakter, beriman, berprestasi, serta memiliki masa depan yang lebih baik bagi keluarga dan Kabupaten Bima. (TN - 03)



COMMENTS