![]() |
| Siswi SDN 29 Tanjung tampil didepan untuk melatih menjadi MC cilik. |
![]() |
| Wahyuddin selalu nara sumber program SABISA MERCY sekaligus guru hebat milik SDN 39 Tanjung. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.— Kemampuan pengembangan diri memiliki peranan penting dalam kehidupan seseorang. Kemampuan tersebut membantu seseorang mengenali potensi, menyusun strategi, menetapkan tujuan, serta mengembangkan berbagai keterampilan untuk mencapai tujuan personal maupun profesional.
Menyadari pentingnya pengembangan potensi peserta didik sejak usia sekolah, SDN 29 Tanjung Kota Bima menghadirkan sebuah inovasi di bidang Public Speaking, khususnya keterampilan Master of Ceremony (MC) melalui program SABISA MERCY.
Program ini dirancang sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengenali, mengembangkan, dan mengasah bakat berbicara di depan umum. Sasaran utama program adalah peserta didik kelas V dan VI SDN 29 Tanjung Kota Bima.
Berangkat dari Potensi Peserta Didik
Pengembangan diri merupakan proses yang berlangsung secara berkelanjutan untuk meningkatkan potensi dan mencapai tujuan. Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda, termasuk potensi dalam berkomunikasi dan berbicara di depan umum.
Potensi tersebut perlu diberikan ruang agar dapat berkembang menjadi sebuah kemampuan yang bermanfaat. Salah satu bentuk keterampilan yang dapat dikembangkan adalah kemampuan menjadi Master of Ceremony (MC) atau pembawa acara.
MC merupakan seseorang yang bertugas memandu jalannya suatu acara dari awal hingga akhir berdasarkan susunan acara yang telah ditentukan. Seorang MC tidak hanya bertugas membacakan susunan acara, tetapi juga menjadi penghubung antara panitia, pengisi acara, dan audiens.
Oleh karena itu, seorang MC dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik, percaya diri, mampu mengatur tempo acara, memiliki artikulasi dan intonasi yang jelas, serta mampu menjaga suasana agar tetap menarik dan menyenangkan.
SABISA MERCY Hadir sebagai Wadah Pengembangan Bakat
Melihat pentingnya keterampilan tersebut, Wahyuddin, S. Pd menggagas dan mengembangkan inovasi SABISA MERCY sekaligus dipercaya sebagai Inovator dan Ketua Program.
Dalam pelaksanaan program, Wahyuddin, S.Pd didukung oleh Awaluddin, S. Pd selaku Sekretaris Program.
SABISA MERCY menjadi wadah bagi peserta didik untuk belajar dan berlatih menjadi public speaker dan MC. Peserta didik tidak hanya diberikan pengetahuan mengenai teknik menjadi pembawa acara, tetapi juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung.
Melalui proses tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan keberanian, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, etika, serta tata krama ketika berbicara di depan orang lain.
Dukungan Penuh Kepala Sekolah
Pelaksanaan inovasi SABISA MERCY mendapatkan dukungan penuh dari Kepala SDN 29 Tanjung Kota Bima, Ikbal Tanjung, S. Pd.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan program karena sekolah memberikan ruang dan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat yang mereka miliki.
Kepala sekolah juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan dan praktik peserta didik agar keterampilan yang diperoleh melalui SABISA MERCY dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan sekolah.
Dengan dukungan pimpinan sekolah, tim program terus mendorong agar peserta didik tidak hanya berani tampil, tetapi juga mampu menjadi pembicara yang baik, santun, komunikatif, dan bertanggung jawab.
Belajar Menjadi MC Secara Bertahap
Dalam program SABISA MERCY, peserta didik dibimbing untuk memahami berbagai keterampilan yang dibutuhkan seorang MC.
Materi dan praktik diarahkan pada beberapa kemampuan utama, antara lain :
- membangun kepercayaan diri;
- berbicara dengan artikulasi yang jelas;
- mengatur intonasi dan volume suara;
- menggunakan ekspresi yang tepat;
- menguasai bahasa tubuh;
- memahami susunan acara;
- membuka dan menutup acara;
- menghubungkan satu rangkaian acara dengan rangkaian berikutnya;
- menggunakan bahasa yang santun;
- menjaga suasana acara;
- serta melakukan improvisasi ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
Latihan dilakukan secara bertahap sehingga peserta didik memperoleh pengalaman langsung dalam tampil di hadapan orang lain.
MC sebagai Nahkoda Sebuah Acara
Dalam sebuah kegiatan, MC dapat diibaratkan sebagai nahkoda yang mengarungi jalannya acara dari awal hingga akhir. MC memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan susunan dan waktu yang telah ditentukan.
Keberadaan MC sangat menentukan suasana sebuah acara. Seorang MC yang mampu berkomunikasi dengan baik dapat membuat acara menjadi lebih tertib, hidup, menarik, dan menyenangkan.
Karena itu, SABISA MERCY tidak hanya mengajarkan peserta didik untuk berbicara, tetapi juga membangun kemampuan untuk memahami situasi, mengatur suasana, menghargai audiens, dan berkomunikasi dengan etika serta tata krama yang baik.
Membangun Kepercayaan Diri Peserta Didik
Salah satu manfaat utama yang diharapkan dari SABISA MERCY adalah tumbuhnya rasa percaya diri peserta didik.
Peserta didik yang awalnya mungkin merasa malu atau takut berbicara di depan orang lain diberikan kesempatan untuk tampil secara bertahap. Dengan latihan yang berkelanjutan, mereka diharapkan semakin berani mengemukakan pendapat, berbicara di depan kelas, dan memandu sebuah kegiatan.
Kemampuan tersebut tidak hanya berguna ketika menjadi MC, tetapi juga dapat mendukung proses pembelajaran dan kehidupan sosial peserta didik.
Peserta Didik Siap Dilibatkan dalam Berbagai Kegiatan
Hasil yang terlihat dari pelaksanaan inovasi SABISA MERCY adalah peserta didik yang telah dibina mulai siap dilibatkan sebagai pemandu acara dalam berbagai kegiatan sekolah maupun kegiatan di masyarakat.
Kehadiran mereka memberikan kesempatan untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi nyata.
Selain menjadi MC, peserta didik yang telah memiliki kemampuan juga dapat berperan sebagai tutor sebaya. Mereka dapat membantu teman-temannya yang masih belajar dan memberikan contoh bagaimana berbicara serta tampil di depan umum.
Dengan demikian, proses pengembangan keterampilan tidak berhenti pada peserta yang mengikuti pembinaan, tetapi dapat berkembang melalui pembelajaran antarteman.
Mempersiapkan Generasi yang Berani Berbicara
Melalui SABISA MERCY, SDN 29 Tanjung Kota Bima berupaya mempersiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan.
Kemampuan public speaking merupakan bekal yang dapat mendukung berbagai bidang kehidupan. Peserta didik yang terbiasa berbicara di depan umum sejak dini diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, komunikatif, mampu bekerja sama, dan memiliki kemampuan membangun relasi dengan orang lain.
Program ini juga memberikan pengalaman bahwa pengembangan diri bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga tentang menemukan dan mengembangkan bakat yang dimiliki.
Komitmen untuk Terus Mengembangkan SABISA MERCY
Wahyuddin, S. Pd, selaku Inovator sekaligus Ketua Program SABISA MERCY, bersama **Awaluddin, S.Pd** sebagai Sekretaris Program, terus mendorong agar inovasi ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan penuh dari Kepala SDN 29 Tanjung Kota Bima, Ikbal Tanjung, S. Pd, program ini diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya mampu menjadi MC, tetapi juga memiliki kemampuan public speaking yang baik.
SABISA MERCY pada akhirnya menjadi sebuah inovasi yang memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengatakan :
“Saya Bisa Berbicara, Saya Bisa Percaya Diri, Saya Bisa Menjadi MC.”
Melalui semangat tersebut, SDN 29 Tanjung Kota Bima berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi peserta didik agar mampu tampil percaya diri, berkomunikasi dengan santun, memiliki etika, serta siap berkontribusi dalam berbagai kegiatan di sekolah maupun di tengah masyarakat.
SABISA MERCY — Mengembangkan Bakat, Membangun Kepercayaan Diri, Mencetak Public Speaker Masa Depan. (***)


COMMENTS