![]() |
| H. Mahfud Kadispora hadiri pentas seni dan pelepasan siswa di TK Yaa Bunayya. |
KOTA BIMA,
TUPA NEWS.– Suasana
haru, bangga, dan penuh kebahagiaan mewarnai kegiatan Apresiasi (Anugerah
Prestasi dan Pentas Seni Anak Sholih-Sholihah) KB-TK Yaa Bunayya Kota Bima
Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Ahad (14/06/2026). Kegiatan ini
menjadi momentum pelepasan peserta didik sekaligus ajang menampilkan berbagai
prestasi, kreativitas, dan bakat anak-anak.
Mengusung tema "Mewujudkan Generasi Qur’ani
yang Ceria, Cerdas, Mandiri, Adaptif, dan Berakhlak Mulia", kegiatan ini
diikuti oleh 42 peserta didik, terdiri dari 9 anak Kelompok Bermain (KB) dan 33
anak Taman Kanak-Kanak (TK) yang telah menyelesaikan masa belajarnya di KB-TK
Yaa Bunayya.
Ketua Panitia, Merry Juniati, A. Md, menyampaikan
bahwa acara ini merupakan bentuk penghargaan atas proses belajar dan
perkembangan anak selama menempuh pendidikan di Yaa Bunayya. Selain menjadi
momen perpisahan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk
menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan orang tua dan masyarakat.
Kepala TK Yaa Bunayya, Sri Asmiati, S.Pd.I, dalam
laporan akhir tahun ajarannya menyampaikan berbagai capaian membanggakan
peserta didik. Pada bidang keagamaan, sebagian besar siswa telah mencapai
target pembelajaran Iqra’, bahkan beberapa siswa telah menyelesaikan hingga
Iqra’ 6 dan mulai membaca Al-Qur’an. Selain itu, anak-anak juga telah menghafal
berbagai surat pendek serta menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam
kemampuan literasi dan numerasi.
Tidak hanya itu, sepanjang Tahun Ajaran 2025/2026,
siswa-siswi KB-TK Yaa Bunayya berhasil meraih sejumlah prestasi pada berbagai
lomba tingkat Kota Bima, di antaranya juara mewarnai, menggambar, serta
kompetisi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan berbagai lembaga
lainnya.
Prestasi sekolah juga semakin mengukuhkan kualitas
pendidikan yang diterapkan. Saat ini, TK Yaa Bunayya ditetapkan oleh
Kementerian Pendidikan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam
(PM) dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) Jenjang PAUD Provinsi Nusa Tenggara
Barat, menjadikannya salah satu dari dua sekolah model yang ditunjuk di NTB.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Nurul Jadid
Hidayatullah, Supriyanto, S. Pd.I, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan
tidak hanya ditentukan oleh fasilitas fisik sekolah, tetapi lebih pada kualitas
guru, kurikulum, serta proses pendampingan yang dilakukan secara menyeluruh. Ia
mengajak para orang tua untuk memilih sekolah yang mampu menumbuhkan karakter
dan nilai-nilai Qur’ani secara berkelanjutan.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi
juga transfer nilai, keteladanan, dan pembentukan karakter. Karena itu, kami
berkomitmen menghadirkan pendidikan integral berbasis tauhid dari jenjang KB-TK
hingga SMP,” ujarnya.
Sementara itu, sambutan Wali Kota Bima yang
dibacakan oleh Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. H. Mahfud, M.Pd, memberikan
apresiasi atas dedikasi seluruh guru dan tenaga pendidik KB-TK Yaa Bunayya
dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Pemerintah Kota Bima juga
menyatakan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan
anak usia dini sebagai investasi masa depan daerah.
Berbagai pihak turut memberikan testimoni positif
terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Pengawas Pendamping Sekolah Model, Irfan,
M.Pd, menyebut kegiatan ini sebagai bukti nyata sinergi yang baik antara
sekolah dan orang tua dalam membentuk generasi yang percaya diri, kreatif, dan
berkarakter. Hal senada juga disampaikan oleh Pengawas Pembina dan unsur
pemerintah setempat yang mengapresiasi kualitas pembelajaran serta penampilan
anak-anak yang dinilai sangat mengesankan.
Acara yang berlangsung meriah ini diwarnai dengan
penampilan seni, pembagian penghargaan prestasi, serta prosesi pelepasan siswa
yang penuh haru. Seluruh peserta dan orang tua berharap agar anak-anak lulusan
KB-TK Yaa Bunayya dapat terus melanjutkan pendidikan dengan semangat belajar,
cinta Al-Qur’an, serta akhlak mulia sebagai bekal menghadapi masa depan. "Hari
ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang
lebih gemilang. Semoga lahir generasi Qur’ani yang mampu menjadi kebanggaan
agama, bangsa, dan daerah," kata H. Mahfud. (TN – 02)

COMMENTS