Oleh : Zeviriasta
Pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah melahirkan berbagai media penyebaran informasi yang mudah diakses masyarakat. Sebelum hadirnya internet dan media sosial seperti saat ini, radio merupakan salah satu media komunikasi yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, hiburan, pendidikan, serta berbagai peristiwa di berbagai wilayah. Radio menjadi sarana yang efektif karena mampu menjangkau banyak orang dengan cepat dan mudah.
Di tengah dominasi media digital, Airwaves 2.0 Radio Gen Alpha hadir sebagai inovasi pemanfaatan radio sekolah. Radio ini dirancang bukan hanya sebagai alat penyiaran, tetapi sebagai wadah edukasi, komunikasi, kreativitas, literasi, dan pengembangan keterampilan siswa. Inovasi ini bertujuan mengenalkan kembali radio kepada Generasi Alpha melalui konsep penyiaran yang lebih dekat dengan kehidupan dan karakter siswa masa kini.
![]() |
| Reporter Airwaves 2.0 Radio Gen Alpha saat mengudara. |
![]() |
| Nampak dua reporter radio milik SDN 2 Suntu. |
Generasi Alpha tumbuh di lingkungan yang akrab dengan gawai, video pendek, media sosial, podcast, dan berbagai platform digital. Kondisi ini membuat media konvensional seperti radio semakin jarang dikenal siswa. Padahal, radio memiliki nilai edukatif yang besar. Radio tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga melatih kemampuan berbicara, mendengarkan, bekerja sama, berpikir kritis, berkreasi, serta membangun kepercayaan diri.
Latar Belakang Permasalahan lahirnya inovasi ini yakni dari :
1. Radio sebagai media komunikasi mulai tidak dikenal siswa
2. Siswa lebih mengenal media visual daripada media audio
3. Pemanfaatan radio sebagai media pembelajaran belum optimal
4. Terbatasnya ruang bagi siswa mengembangkan keterampilan berbicara dan komunikasi publik
5. Belum ada media sekolah yang menggabungkan teknologi, kreativitas, informasi, dan budaya sekolah
6. Potensi siswa di bidang komunikasi, jurnalistik, musik, dan teknologi belum terwadahi.
Keunikan Airwaves 2.0
Airwaves 2.0 lahir berkat dukungan penuh dari Kepala Sekolah Fatimah, S. Pd sebagai motivator hebat untuk menghidupkan kembali eksistensi radio sekolah dengan pendekatan yang sesuai karakter Generasi Alpha. Radio tidak lagi dipandang sebagai media lama, melainkan dikemas menjadi ruang kreatif yang memadukan penyiaran, teknologi digital, literasi, seni, informasi sekolah, dan kreativitas siswa.
Melalui Airwaves 2.0, siswa tidak hanya menjadi pendengar. Mereka juga berperan sebagai penyiar, reporter, penulis naskah, produser, editor, kreator konten, hingga pengelola media sekolah. Dengan demikian, radio sekolah menjadi laboratorium nyata bagi siswa untuk belajar dan berkarya. (***)



COMMENTS