![]() |
| 4 Anggota Dewan Pendidikan saat diwawancarai Tupa News di kantornya, terkait berita sekolah terlibat praktik jual beli LKS maupun buku. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Dewan Pendidikan (DP) Kota Bima setelah berita Tupa News di terbitkan pada Sabtu (08/08/2026) langsung melakukan kunjungan dan sekaligus audiensi dengan Kepala SMP Negeri 4 Kota Bima Senin (10/08/2026), hal ini dilakukan sesuai tugas utama Dewan Pendidikan untuk menghimpun aspirasi, ide, dan kritikan dari masyarakat dan pada prinsipnya demi kemajuan dunia pendidikan. "Dari berita Tupa News kami langsung melakukan kunjungan di sekolah setempat, dan pihak sekolah membenarkan ada praktik jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS), tapi dengan dalil tidak ada paksaan, yang mau beli silahkan dan tidak membelipun dipersilahkan," itu ungkap pihak sekolah, kata Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Abdul Nasir, S. Sos pada wartawan ini, Rabu (26/08/2026) di kantornya.
Sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025, terdapat beberapa ketentuan penggunaan Dana BOSP Reguler untuk Tahun Anggaran 2026 yaitu: Pengadaan Buku minimal 10% total pagu alokasi dalam satu tahun anggaran dari komponen pengembangan perpustakaan. "Jadi memag ada pengadaan LKS tersebut (Dijual pada siswa-siswi), karena mungkin sekolah kekurangan anggaran BOS, sehingga SMPN 4 Kota Bima tawarkan LKS pada siswa tanpa ada paksaan," demikian hasil krafikasi kepala sekolah Syarifuddin kepada Dewan Pendidikan.
Saat diwawancara wartawan ini, Ketua Dewan Pendidikan Dr. H. Juanda, didampingi anggota dewan pendidikan lainnya, melalui juru bicaranya Abdul Nasir selaku Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan menyampaikan bahwa timnya sudah dibagi 2 orang per kecamatan, dan kebetulan SMPN 4 Kota Bima masuk wilayah Kecamatan Raba.
Katanya, tidak berhenti dari sini saja terkait mematahkan mata rantai praktik jual beli buku Mapel maupun LKS di sekolah, akan tetapi pihaknya juga melakukan monev ke sekolah lainnya apabila ada laporan dari masyarakat. "Kritikan ini semua membangun dan demi mewujudkan dunia pendidikan di Kota Bima yang lebih baik lagi," ungkap Nasir. (TN - 01)

COMMENTS