![]() |
| Kegiatan MADANI di SMPN 7 Kota Bima. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.— Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membawa berbagai kemudahan sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan, SMP Negeri 7 Kota Bima menghadirkan sebuah inovasi yang berfokus pada penguatan nilai keagamaan dan karakter peserta didik. Inovasi tersebut diberi nama MADANI (Majelis Dakwah dan Narasi Islam).
MADANI dirancang sebagai wadah pembinaan keagamaan yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan Islam, tetapi juga mendorong peserta didik untuk membangun akhlak, karakter, dan budaya komunikasi yang positif, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.
Kehadiran inovasi ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi peserta didik di era digital. Kemudahan mengakses media sosial dan berbagai informasi di satu sisi memberikan peluang pembelajaran yang luas, namun di sisi lain dapat memengaruhi pola komunikasi, perilaku, serta karakter peserta didik apabila tidak diimbangi dengan penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan.
Melalui MADANI, SMP Negeri 7 Kota Bima berupaya menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik. Dakwah tidak hanya dilakukan melalui kegiatan keagamaan secara langsung, tetapi juga dikembangkan melalui narasi Islam yang relevan dengan kehidupan generasi muda dan perkembangan media digital.
Berbagai kegiatan dapat dikembangkan dalam program ini, antara lain kajian Islam, kultum siswa, Tahsin Al-Qur’an, mentoring keagamaan, podcast Islami, dakwah digital, poster dan video edukasi Islami, kampanye anti-cyberbullying, serta refleksi akhlak.
Kepala SMP Negeri 7 Kota Bima Mahfud, S. S menyampaikan bahwa MADANI diharapkan menjadi bagian dari strategi sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
“Pendidikan tidak cukup hanya membentuk siswa yang cerdas secara akademik. Mereka juga harus memiliki akhlak, etika, tanggung jawab, dan kemampuan menggunakan teknologi secara bijak,” demikian semangat yang menjadi landasan pengembangan inovasi MADANI.
Keunggulan MADANI terletak pada upayanya mengintegrasikan dakwah, pendidikan karakter, literasi keagamaan, dan budaya digital dalam satu gerakan pembinaan di lingkungan sekolah. Peserta didik tidak hanya ditempatkan sebagai penerima pesan keagamaan, tetapi juga diberikan ruang untuk berperan sebagai penyampai pesan positif melalui berbagai media.
Dengan demikian, MADANI diharapkan mampu membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan menyaring informasi, berkomunikasi secara santun, menghargai orang lain, serta mampu menggunakan media digital untuk menyebarkan konten yang edukatif dan bernilai positif.
Inovasi ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen SMP Negeri 7 Kota Bima dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Penguatan akhlak dilakukan secara preventif melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman sekaligus secara responsif terhadap berbagai persoalan perilaku yang muncul dalam kehidupan peserta didik.
Melalui MADANI, sekolah ingin menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak harus berhadapan dengan nilai agama. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperluas dakwah, memperkuat pendidikan karakter, dan membangun budaya digital yang sehat di kalangan generasi muda.
MADANI diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah program sekolah, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi Kota Bima yang religius, berkarakter, santun dalam berkomunikasi, serta cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital. (TN - 03)

COMMENTS