
Kantor Walikota Bima rampak dari depan disiang hari, tadi malam (Senin, 31/08/2026) digeruduk 3 lembaga Raksasa, dan mereka adalah lembaga tim anti-rasuah.
KOTA BIMA, TUPA NEWS.— Suasana di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima mendadak tegang pada Senin (31/08/2026) malam hari. Gabungan tiga lembaga besar negara—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri)—secara mengejutkan menyambangi Balai Kota sejak pagi hingga larut malam.
Kedatangan rombongan tim anti-rasuah tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA dan langsung disambut oleh jajaran pejabat Pemkot Bima. Pertemuan tertutup tersebut digelar di aula kantor setempat dengan penjagaan yang luar biasa ketat oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di area pintu masuk.
Pemeriksaan dan pembahasan berlangsung sangat marathon dan menegangkan. Berdasarkan pantauan di lokasi, hingga pukul 20.31 WITA, pergerakan di dalam gedung masih terpantau intens. Barulah sekitar pukul 20.40 WITA, deretan pejabat tinggi—mulai dari Walikota, Wakil Walikota, hingga sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)—terlihat mulai berhamburan keluar meninggalkan ruangan.
Saat dikonfirmasi mengenai penggepungan rapat hingga malam hari ini, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima, M. Hasyim dalam siaran persnya, berupaya menenangkan suasana. Ia mengklaim bahwa kehadiran tim gabungan tiga lembaga negara tersebut hanyalah agenda rutin. "Dalam rangka rakor pemantauan dan evaluasi perbaikan tata kelola pemerintahan daerah," jelas Hasyim singkat.
Kendati diklaim sebagai rapat koordinasi biasa, kehadiran KPK, BPK, dan Kemendagri yang mematok waktu pejabat Pemkot Bima hingga hampir 12 jam ini memicu berbagai spekulasi publik terkait kondisi tata kelola keuangan dan pemerintahan di Kota Bima. (TN - Tim)

COMMENTS