![]() |
| Desain foto : Sekon. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.— Tiga sekolah dasar yang tergabung dalam gugus sekolah, yakni SDN 34 Bonto, SDN 22 Jatibaru, dan SDN 70 Tolotongga, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi sebagai upaya memperkuat kompetensi guru dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik.
Kegiatan yang memasuki hari pertama tersebut berlangsung di SDN 34 Bonto Kota Bima, Selasa (02/09/2026). Dimana SDN 34 Bonto bertindak sebagai tuan rumah kegiatan.
Terpantau Bimtek diikuti oleh 30 orang guru, dengan masing-masing sekolah mengutus 10 guru sebagai peserta.
Luruskan Miskonsepsi Literasi dan Numerasi
Dalam pemaparannya, Hidayatullah, S. Pd alias Dayat menekankan pentingnya menyatukan pemahaman guru terkait literasi dan numerasi. Menurutnya, penguatan literasi numerasi tidak cukup hanya dengan memberikan latihan kepada siswa, tetapi harus diawali dengan pemahaman yang tepat dari para pendidik.
Sejumlah poin penting disampaikan dalam kegiatan tersebut, di antaranya penyatuan pemahaman dan pelurusan miskonsepsi tentang literasi numerasi, serta menentukan treatment atau strategi yang tepat sesuai kebutuhan peserta didik.
Dayat juga meluruskan pemahaman bahwa literasi bukan hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi memiliki cakupan yang lebih luas dan harus dikembangkan sesuai dengan kemampuan serta jenjang pendidikan siswa.
Ia juga menekankan pentingnya pemilihan bahan bacaan. Guru tidak seharusnya menggunakan buku atau bahan bacaan secara sembarangan hanya karena tersedia di sekolah. Bahan literasi harus disesuaikan dengan jenjang, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik.
Selain itu, guru didorong untuk terbiasa menganalisis Rapor Pendidikan dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai dasar dalam menentukan langkah perbaikan pembelajaran.
“Guru perlu membiasakan siswa berhadapan dengan berbagai jenis soal dan indikator kemampuan literasi numerasi,” menjadi salah satu penekanan dalam pemaparan tersebut.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Kabid Dikdas Dikpora Kota Bima, Ahmad Yani, S. Pd.. Dalam arahannya, Ahmad Yani menegaskan bahwa Bimtek tidak boleh berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Hasil yang diperoleh guru selama mengikuti kegiatan harus ditindaklanjuti dan dibagikan kepada rekan-rekan guru lainnya.
Ia mendorong agar terbentuk ekosistem belajar bersama di masing-masing satuan pendidikan maupun dalam lingkungan gugus sekolah.
Menurutnya, kolaborasi antarguru menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat praktik pembelajaran sekaligus meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Ahmad Yani juga meminta para kepala sekolah untuk mengambil peran aktif dalam mengawal implementasi program literasi dan numerasi di sekolah masing-masing. “Bimtek ini harus ada tindak lanjut. Apa yang diperoleh dari kegiatan ini dibiasakan dan ditularkan kepada rekan guru lainnya, sehingga terbentuk ekosistem belajar bersama dalam meningkatkan literasi dan numerasi di setiap satuan pendidikan,” tegasnya.
Ia berharap kepala sekolah tidak hanya menjadi pengawas administratif, tetapi turut memastikan implementasi literasi dan numerasi benar-benar berjalan dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Kegiatan Bimtek Literasi Numerasi tersebut menjadi langkah awal bagi ketiga sekolah dalam membangun praktik pembelajaran yang lebih terarah, berbasis data, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik. (***)
Narator/desain : Sekon

COMMENTS