![]() |
| Spanduk kegiatan di SDN 28 Melayu. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.— SDN 28 Melayu Kota Bima terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Langkah tersebut diwujudkan melalui Seminar Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Proyek Transformasi Kepemimpinan Sekolah (RPTKS) dengan tema “Transformasi Pelayanan Berbasis Digital melalui Program MANDALA (Manajemen Digitalisasi Sekolah)”.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan SDN 28 Melayu Kota Bima pada Rabu (02/09/2026), mulai pukul 08.00 Wita, diikuti oleh pendidik, tenaga kependidikan, serta perwakilan komite/orang tua murid.
Kegiatan seminar FGD tersebut dibuka secara resmi oleh Abdul Salam, S. Pd., M. Pd., selaku Koordinator Pengawas. Dalam arahannya, Abd. Salam memberikan dorongan dan motivasi kepada seluruh peserta untuk terus berkomitmen melakukan perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital.
Abdul Salam juga mendorong agar Program MANDALA tidak berhenti pada tahap pengembangan sebuah platform, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam aktivitas administrasi dan pelayanan sekolah. Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi membutuhkan kerja sama dan komitmen seluruh warga sekolah.
Dalam kegiatan tersebut diperkenalkan Program MANDALA (Manajemen Digitalisasi Sekolah), sebuah portal digital sekolah yang dikembangkan menggunakan Google Sites dan terintegrasi dengan akun pembelajaran belajar.id.
Portal ini dirancang untuk membantu sekolah menata berbagai kebutuhan administrasi dan informasi secara lebih teratur. Beberapa kebutuhan yang menjadi bagian dari pengembangan MANDALA antara lain pengarsipan dokumen, perangkat ajar, agenda sekolah, persuratan, serta berbagai informasi yang diperlukan oleh warga sekolah.
![]() |
| Muhammad merupakan salah satu peserta Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) skema APBN 2026 adalah program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mencetak pemimpin satuan pendidikan yang transformatif, inovatif, dan visioner. |
Muhamad, S. Pd., Gr., selaku narasumber sekaligus BCKS NTB Tahun 2026, memaparkan konsep dan sejumlah fitur yang terdapat dalam MANDALA. Beberapa di antaranya adalah menu RUANG GTK, PEMBATIK, KELAS V, PROFIL, serta berbagai menu administrasi dan persuratan sekolah.
Pemaparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama peserta. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dan saran untuk menyempurnakan program, terutama terkait keamanan akses, pengelolaan dokumen, SOP persuratan, buku penghubung digital, monitoring perangkat ajar, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan sekolah.
Salah satu masukan yang menjadi perhatian adalah perlunya workshop internal bagi guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu seluruh pengguna memahami fungsi dan tata cara penggunaan MANDALA sehingga platform dapat dimanfaatkan secara optimal.
Hasil FGD menunjukkan adanya kesepakatan bersama untuk mengembangkan dan menerapkan Program MANDALA di SDN 28 Melayu.
Untuk mendukung keberlanjutan program, sekolah menyepakati pembentukan tim pengelola platform, tim administrasi persuratan, dan tim monitoring pelayanan. Sekolah juga akan melaksanakan pelatihan internal secara bertahap bagi guru dan tenaga kependidikan.
Sementara itu, Kepala SDN 28 Melayu Kota Bima, Aris Munandar, S. Pd.I., M. AP., memberikan dukungan terhadap pengembangan tata kelola sekolah berbasis teknologi digital. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu mempercepat pekerjaan, meningkatkan keteraturan administrasi, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga sekolah.
Melalui Program MANDALA, SDN 28 Melayu menargetkan terciptanya pengelolaan administrasi yang lebih tertib, pengarsipan dokumen yang mudah ditemukan, serta akses informasi sekolah yang lebih praktis. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat budaya kerja berbasis data dan mendukung peningkatan mutu pelayanan pendidikan.
Kegiatan FGD tersebut menjadi salah satu langkah nyata SDN 28 Melayu Kota Bima dalam membangun budaya kerja yang efektif, kolaboratif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ke depan, MANDALA diharapkan tidak hanya menjadi sebuah portal digital, tetapi berkembang menjadi bagian dari kebiasaan kerja warga sekolah dalam mengelola administrasi, berbagi informasi, dan memberikan pelayanan pendidikan secara lebih tertib dan efisien. "SDN 28 Melayu — Bersama Bergerak, Bertransformasi, dan Memberikan Pelayanan Pendidikan yang Lebih Baik" . (TN - 02)


COMMENTS