![]() |
| Siswa-siswi SMPN 11 Kota Bima saat menunjuk inovasi di sekolahnya terkait sampah kertas untuk Karyaku. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.– Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas peserta didik diwujudkan melalui inovasi SAKU YAKU (Sampah Kertas Untuk Karyaku). Program ini mengajak siswa memanfaatkan sampah kertas yang tidak terpakai menjadi kerajinan tangan berupa tempat pensil dengan menggunakan teknik pilin.
SAKU YAKU hadir sebagai solusi sederhana namun bermakna dalam mengurangi limbah kertas di lingkungan sekolah. Kertas bekas seperti koran, majalah, atau lembar fotokopi yang sudah tidak digunakan diolah menjadi gulungan-gulungan pilin, kemudian disusun dan direkatkan hingga membentuk tempat pensil yang kuat, menarik, dan memiliki nilai estetika.
Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar tentang prinsip reduce, reuse, recycle (3R), tetapi juga mengasah keterampilan motorik halus, ketelitian, kesabaran, serta jiwa kewirausahaan. Hasil karya yang dihasilkan memiliki nilai pakai dan berpotensi menjadi produk kreatif yang dapat dipamerkan maupun dipasarkan.
Guru pendamping Ibu Tri Kartika Wulandhari menyampaikan bahwa inovasi SAKU YAKU merupakan media pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pendidikan karakter, pelestarian lingkungan, dan pembelajaran berbasis proyek. “Kami ingin menumbuhkan kebiasaan melihat sampah bukan sebagai limbah, melainkan sebagai bahan yang masih memiliki nilai dan dapat diubah menjadi karya yang bermanfaat,” ujarnya.
Dengan semangat “Dari Sampah Menjadi Karya, Dari Kreativitas Menjadi Manfaat,” SAKU YAKU diharapkan menjadi budaya positif di sekolah serta menginspirasi peserta didik untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomis maupun edukatif. (***)

COMMENTS