![]() |
| Seorang Tendik SDN 2 Suntu sedang membuang sampah (sisa makanan MBG) dalam penampungan khusus ASPOL MBG. |
![]() |
| Seorang siswa SDN 2 Suntu juga sedang membuang sampah (sisa makanan MBG) dalam penampungan khusus ASPOL MBG. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.— SDN 2 Suntu Kota Bima meluncurkan inovasi pengolahan limbah lingkungan bertajuk GASPOL MBG (Gerakan Alih Sampah Organik Lokal Menjadi Bio-nutrisi Green). Program ini hadir sebagai langkah konkret sekolah dalam mengedukasi seluruh warga sekolah mengenai pengelolaan sampah organik secara mandiri dan ramah lingkungan.
Melalui gerakan ini, seluruh sampah organik lokal yang dihasilkan dari program Makan Bergizi Gratis. Sampah tersebut diproses menjadi bio-nutrisi green, yaitu pupuk organik cair dan kompos berkualitas tinggi yang kaya akan unsur hara.
Kepala SDN 2 Suntu Kota Bima Fatimah, S. Pd menyampaikan bahwa program GASPOL MBG tidak hanya sekadar aksi menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sarana pembelajaran karakter berbasis lingkungan (eco-education) bagi para siswa. "Melalui program GASPOL MBG, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada para siswa bahwa sampah organik bukan sekadar limbah buangan. Jika dikelola dengan tepat, sampah tersebut memiliki nilai manfaat yang besar untuk kesuburan tanaman dan kelestarian ekosistem sekolah," ujar inovator SDN 2 Suntu Kota Bima.
Hasil olahan bio-nutrisi green dari program ini dimanfaatkan langsung untuk menyuburkan kebun sekolah, tanaman hias, dan area hijau di lingkungan SDN 2 Suntu Kota Bima. Dengan adanya gerakan ini, sekolah berhasil menekan volume sampah yang terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus mewujudkan lingkungan belajar yang hijau, asri, dan produktif.
Gerakan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara konsisten dan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Kota Bima dalam melakukan program pengelolaan sampah berbasis sekolah. inovasi GASPOL MBG ditulis oleh Hairunisa, M. Pd SDN 2 Suntu Kota Bima. (TN - 03)


COMMENTS